PINTU
Ketika aku sendiri
ingin
ku hapus diri ini
di sisi sebuah ingatan
dimana aku duduk
sendiri
takut dan menyendiri
bagai hidup dalam
bayangan
ingin sekali kubuka pintu ini
andai saja kutemukan
keberanian
salah kah aku untuk menangis?
karna tak
ada lagi tempat berlindung
atau pun hari esok yang datang
semua
seakan menghilang
bila hidup untuk merasa sakit
aku
tak perlu arti sebuah mimpi
ketika
yang teringat hanyalah suara mu
hati terasa pilu
ku
pandang langit jauh di bulan
ku rasakan tetesan air hujan
bagaikan
air mata Tuhan
yang serupa kesedihan
tak pernah
kusadari
hidup berawal dari mimpi
tak pernah kumengerti
hidup
ini adalah anugerah Ilahi
bila hidup mempunyai arti
ku
kan berlari mencari
bila hidup penuh dengan arti
aku tak
mau kehilangan hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar